Minggu, 10 Maret 2013

ARTI VARIABEL


ARTI VARIABEL

Variable adalah suatu pengenal (identifier) yang digunakan untuk mewakili suatu nilai tertentu di dalam proses program. Nilai dari suatu variabel bisa diubah-ubah sesuai kebutuhan. Nama dari suatu variable dapat ditentukan sendiri oleh pemrograman dengan aturan sebagai berikut: 
1. Terdiri dari gabungan huruf dan angka dengan karakter pertama harus berupa huruf. Bahasa 
2. C++ bersifat case-sensitive artinya huruf besar dan kecil dianggap berbeda. Jadi antara nim,NIM dan Nim dianggap berbeda. 
3. Tidak boleh mengandung spasi 
4. Tidak boleh mengandung symbol-symbol khusus, kecuali garis bawah(underscore). Yang termasuk symbol khusus yang tidak diperbolehkan antara lain: $,?,%,#,!,&,*(,),-,+,= dsb 
5. Panjangnya bebas, tetapi hanya 32 karakter pertama yang terpakai. 

Contoh pendeklarasian variabel yang

benar: 
NIM,a,x,nama_mhs,f3098,f4,nilai,budi,dsb. 
Contoh penanaman variable yang salah: 
%nilai_mahasiswa, 80mahasiswa, rata-rata,ada spasi, penting!, dsb. 
Contoh program 1.5: 
view source 
print? 
01./*program cara mendeklarasikan sebuah variabel */ 
02. 
03.#include 
04.#include 
05. 
06.void main() 
07.{ 
08.int x; 
09.int y; 
10.int z; 
11.x = 2; 
12.y = 3; 
13.z = x + y; 
14.clrscr (); 
15.cout << ” Hasil Penjumlahan = ” << z; 16.getch(); 17.} Tipe data dasar Untuk menyimpan suatu variabel diperlukan
tempat khusus di dalam memori komputer. Besar dan tipe dari variabel-variabel di dalam standar program C++ dispesifikasikan sebagai berikut. Nama Keterangan Ukuran Jangkauan char Abjad/karakter atau untuk bilangan bulat kecil 1 byte signed: -128 to 127 unsigned: 0 to 255 short int (short) Bilangan bulat dengan jangkauan pendek 2 byte signed: -32768 to 32767 unsigned: 0 to 65535 int Bilangan bulat 4 byte signed: -2147483648 to 2147483647 unsigned: 0 to 4294967295 long int (long) Integer dengan jangkauan panjang 4 byte signed: -2147483648 to 2147483647 unsigned: 0 to 4294967295 bool Boolean, dapat bernilai benar atau salah (true or false) i byte true or false float Angka dengan titik mengambang (bilangan cacah) 4 byte 3.4e +/- 38 (7 digit) double Bilangan cacah dengan ketelitian ganda 8 byte 1.7e +/- 308 (15 digits) long double Bilangan cacah dengan ketelitian ganda panjang 8 byte 1.7e +/- 308 (15 digits) wchar_t Karakter lebar, biasa dipakai untuk Unicode karakter 2 byte 1 karakter lebar Pada pembahasan ini pembaca diharapkan mengerti atau bahkan mampu untuk membuat suatu aplikasi operasi operasi aritmatika yang ada dalam pemrograman C++. Cara mendeklarasikan variabel pada PHP Pada posting kali ini saya akan mencoba menjelaskan cara mendeklarasikan variabel menggunakan tipe-tipe data yang telah dijelaskan pada posting sebelumnya. Bagi yang lupa apa posting sebelumnya dapat membaca posting yang berisi penjelasan mengenai tipe-tipe data yang ada di php. Deklarasi variabel php memiliki aturan sebagai berikut • Deklarasi variabel dimulai dengan menggunakan tanda $. • Nama variabel php hanya dapat berupa angka, huruf, dan tanda underscore (_). • Nama variabel hanya dapat dimulai dengan huruf, dan karakter underscore. Contoh nama variabel yang valid : $aku, $_aku. Contoh nama variabel yang tidak valid $123, $aku+123, $+123. • Deklarasi variabel PHP bersifat case sensitive, yang artinya penulisan menggunakan huruf besar dan huruf kecil dibedakan. Contoh $aku dan $Aku dianggap oleh php sebagai dua variabel yang berbeda. Berikut ini merupakan contoh deklarasi variabel menggunakan tipe-tipe data yang ada di php Integer Contoh deklarasi variabel yang bertipe integer adalah sebagai berikut • $bilangan1 = 123; • $bil_bulat = 345; • $bil3 = 567; Perhatikan ketiga variabel diatas semuanya menyimpan bilangan bulat. PHP akan menganggap ketiga variabel tersebut merupakan variabel dengan tipe data integer, karena ketiga variabel tersebut menyimpan bilangan bulat. Floating point number atau tipe data real Contoh deklarasi variabel bertipe real atau floating point number adalah sebagai berikut : • $bil_real1 = 0.123; • $bil_real2 = 1.858; • $realku = 8.989; Perhatikan ketiga variabel tersebut semuanya menyimpan bilangan pecahan atau tidak bulat. PHP akan mengganggap ketiga variabel tersebut merupakan variabel dengan tipe data real, karena ketiga variabel tersebut menyimpan bilangan pecahan atau desimal. String Contoh deklarasi variabel yang bertipe data string adalah sebagai berikut : • $string1 = “Nasi goreng”; • $stringku = “Game ini bagus banget”; • $mystring = ‘123 sayang semuanya’; Perhatikan ketiga variabel tersebut. Pada ketiga variabel tersebut nilai setiap variabel diapit oleh tanda petik dua (”) atau petik tunggal (’). PHP akan mengganggap variabel bernilai string apabila nilai variabel tersebut diapit oleh petik tunggal atau petik ganda. Tapi ada satu catatan penting yang tidak boleh dilupakan lo, kamu tidak dapat mengkombinasikan petik tunggal dengan petik ganda pada deklarasi variabel bertipe string. Contohnya adalah sebagai berikut : $mystring = ‘123“. Perhatikan tanda petik tunggal dan petik ganda yang dicetak tebal. Pada variabel $mystring nilai variabel tersebut dimulai dengan tanda petik tunggal dan diakhiri dengan tanda petik ganda. Hal ini tidak diperbolehkan pada PHP. Contoh yang benar untuk deklarasi variabel bertipe string adalah, apabila dimulai dengan tanda petik tunggal maka harus diakhiri dengan tanda petik tunggal juga. Apabila dimulai dengan tanda petik ganda maka harus diakhiri dengan tanda petik ganda juga. Untuk lebih jelasnya anda dapat melihat pada contoh variabel $string1 dan contoh variabel $mystring diatas. Boolean Contoh deklarasi variabel bertipe boolean adalah sebagai berikut : • $benar = TRUE; • $salah = FALSE; • $nol = NULL; • $emptystring1 = ”; • emptystring2 = “”; kedua variabel diatas adalah variabel yang menyimpan nilai TRUE, FALSE, NULL, dan empty string. Seperti yang telah saya jelaskan pada posting sebelumnya bahwa php menganggap nilai integer 0, nilai real 0.0, nilai NULL, dan empty string sebagai nilai FALSE. Apabila kamu bingung apa yang dimaksud dengan nilai NULL, empty string, kamu dapat melihat variabel $nol, $emptystring1, $emptystring2. $nol adalah variabel yang menyimpan nilai NULL (ingat kata NULL harus ditulis dengan huruf besar semua karena PHP merupakan bahasa pemrograman yang bersifat case sensitive, dimana penulisan huruf besar dan huruf kecil dibedakan). Yang dimaksud dengan empty string adalah variabel yang hanya menyimpan sepasang petik tunggal atau sepasang petik ganda. Contohnya adalah variabel $emptystring1 merupakan variabel yang menyimpan nilai empty string yang berupa sepasang tanda petik tunggal (”). $emptystring2 merupakan variabel yang menyimpan nilai empty string yang berupa sepasang petik ganda (”"). Begitulah penjelasan mengenai tipe-tipe data pada PHP beserta dengan contoh deklarasi variabel untuk tiap-tiap tipe data tersebut. Semoga posting kali ini mampu membuat kamu lebih memahami tipe-tipe data pada php dan mampu untuk mendeklarasikan variabel sesuai dengan tipe data yang dibutuhkan oleh kamu. Arti Operator Operator merupakan simbol yang biasa dilibatkan dalam program untuk melakukan sesuatu operasi atau manipulasi misalnya untuk: 1. Menjumlahkan duabuah nilai 2. Memberikan nilai ke suatu variable 3. Membandingkan kesamaan dua buah nilai Operator penugasan Operator penugasan (Assigment operator)dalam bahasa C++ berupa tanda sama dengan (“=”). Contoh: Nilai = 80; A = x * Y;Artinya : variable”nilai” diisi dengan 80 dan variable”A” diisi dengan hasil perkalian antara x dan y, contoh: view source print? 01.Contoh program 2.1: 02. 03./* contoh penugasan Variabel */ 04. 05.#include 
06.#include 
07.Void main() 
08.{ 
09.int nilai; 
10.nilai = 80 ;//variable nilai diisi 80 
11.cout << ” variable nilai = ” << nilai; 12.getch(); 13.} Operator aritmatika Bahasa C++ menyediakan lima operator aritmatika, yaitu:
Lima Operator Aritmatika Operator Keterangan Contoh * Perkalian 2*4 / Pembagian 8/2 % Sisa Pembagian atau Modulus 9%2 + Penjumlahan 5+6 - Pengurangan 6-5 Catatan: Operator % atau (modulus) digunakan untuk mencari sisa pembagian antara dua bilangan. 5 view source print? 01.Contoh program 2.2: 02./*contoh program operator modulus */ 03.#include 
04.#include 
05. 
06.void main() 
07.{ 
08.clrscr(); // untuk membersihkan layar 
09. 
10.cout << 7 % 7 << ’ n ’; //sisa 0 11.cout << 8 % 7 << ’ n ’; //sisa 1 12.cout << 9 % 7 << ’ n ’; // sisa 2 13. 14.getch(); 15.} Operator Relasi Operator relasi digunakan untuk membandingkan antara dua buah nilai atau variable. Operator relasi dalam bahasa C++: Operator relasi Operator Arti Contoh < Kurang Dari x <= Kurang Dari Sama Dengan x<=y (Apakah x kurang dari samadengan y) > Lebih Besar x>y (Apakah x lebih dari y) 
>= Lebih Besar Sama Dengan x>=y (Apakah x lebih dari sama dengan y) 
== Sama Dengan x==y (Apakah x samadengan y) 
!= Tidak Sama Dengan x!=y (Apakah x tidak samadengan y) 
Contoh ungkapan kondisi yang menggunakan operator ralasi: 
x = = y 
hasil ungkapan ini bernilai : 
1 jika nilai x sama dengan nilai y 
0 jika nilai x tidak sama dangan y 
Contoh program nilai ungkapan kondisi yang menggunakan operator relasi: 
view source 
print? 
01.Contoh program 2.3: 
02./*contoh program operator relasi 
03. 
04.#include 
05.#include 
06. 
07.void main() 
08.{ 
09.int nilai; 
10. 
11.clrscr(); // untuk membersihkan layar 
12. 
13.nilai = 3 > 2 // hasil ungkapan bernilai benar cout << ” nilai = ” << nilai << endl; 14. 15.nilai = 2 > 3 // hasil ungkapan bernilai salah cout << ” nilai = ” << nilai << endl; 16. 17.getch(); 18.} Operator Logika Operator logika biasa digunakan untuk menghubungkan dua buah ungkapan kondisi menjadi sebuah ungkapan kondisi operator oprator ini ada tiga diantaranya: ? && :Logika AND(DAN) ? || : Logika OR (ATAU) ? !: Logika NOT (TIDAK / BUKAN) bentuk pemakaian || atau && ungkapan1 dan ungkapan2 ditulis di dalam tanda kurung. Sebagai contoh (a = = c) && (b = = d) atau a = = c && b= = d view source print? 01.Contoh program 2.4: 02./*Contoh program pemakaian operator logika */ 03.#include 
04.#include 
05. 
06.void main() 
07.{ 
08.int nilai; 
09.int i; 
10.clrscr ( );//untuk membersihkan layar 
11.cout << ” inputkan nilai \n ”; 12.cin >> nilai 
13.if ( nilai >= 56 && nilai <= 100) 14.{ 15.cout << ” anda lulus ”; 16.} 17.else 18.{ 19.cout << ” silahkan anda mengulang ”; 20.} 21. 22.getch( ); 23.} Operator Unary Operator unary merupakan operator yang hanya membutuhkan satu operand saja. Dalam bahasa c++ terdapat beberapa operator unary, yaitu: Operator Unary Operator Arti/Maksud Letak Contoh Equivalent - Unary minus Sebelum operator A+-B*C A+(-B)*C ++ Peningkatan dengan penambahan nilai 1 Sebelum dan sesudah A++ A=A=1 -- Pengurangan dengan pengurangan nilai 1 Sebelum dan sesudah A-- A=A-1 Sizeof Ukuran dari operand dalam byte Sebelum Sizeof(I) - ! Unary NOT Sebelum !A - ~ Bitwise NOT Sebelum ~A - & Menghasilkan alamat memory operand Sebelum &A - * Menghasilkan nilai dari pointer Sebelum *A - view source print? 01.Contoh program 2.5: 02./* perbedaan operator penambahan ++ yang diletakkan didepan dan dibelakang operand /variabel */ 03.#include 
04.#include 
05. 
06.void main( ) 
07.{ 
08.int x, nilai; 
09.clrscr( ) ; 
10.x = 5; 
11.nilai = ++x; /* berarti x= x+1; nilai =x; */ 
12.cout << ” nilai x ” << nilai << endl; 13.//endl untuk pindah baris 14.nilai = x++; // berarti nilai =x; nilai = x+1;* 15. 16.getch ( ); 17.} view source print? 01.Contoh program 2.6: 02.#include 
03.#include 
04. 
05.void main( ) 
06.{ 
07.int x, nilai; 
08.clrscr( ) ;//untuk membersihkan layer 
09. 
10.x = 15; 
11.nilai = --x; // berarti b= b-1; nilai =b; 
12. 
13.cout << ” nilai x adalah ” << x << endl;
14.//endl untuk ganti baris 
15. 
16.nilai = b--; // berarti nilai = b; nilai = b-1; 
17. 
18.cout << ” nilai x adalah ” << x << endl;
19.getch( ); 
20.}

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar